Wow….Di Lahan PTPN VII Penambang Emas Ilegal Bisa Hasilkan 20 Gram Perhari

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan, Atmosfirnews.id

Lahan PTPN VII Blambangan Umpu yang menjadi lokasi tambang ilegal Emas yang empuk bagi penambang liar. Perhari penambang Emas ilegal ini dapat menghasilkan Emas sebanyak 15-20 gram perhari dari satu tambang saja. Senin (7/7)

Tentunya dengan hasil yang luar biasa para penambang Emas ilegal melupakan ekosistem yang ada, juga melupakan  keselamatan bagi mereka juga sehingga berani nemambang emas sampai di pinggir jalan lintas tengah Sumatera yang bisa membuat jalur lintas tengah ini putus.

Ada keheranan di masyarakat dimana lokasi penambang Emas ilegal ini juga berada tidak jauh dari Polsek Blambangan Umpu, seolah-olah sengaja dibiarkan beroperasi dilahan yang merupakan garapan milik pemerintah melalui PTPN VII.

Baca Juga :  Sambut HUT Kemerdekaan RI, Polda Lampung dan Laskar Lampung Bagikan 300 Paket Sembako untuk Masyarakat

Ada cerita di balik penambang ini, cerita tentang saling rebutan pembelian hasil tambang emas, ada cerita sekelompok orang manfaat situasi dengan menambang di luar tambang yang memakai excavator yang menghasilkan uang minggu sampai Puluhan juta .

Ada juga pembagian Hasil tambang  di lapangan di bagi 3 diantara untuk pemilik mesin, pekerja tambang dan juga penggarap lahan PTPN VII Blambangan Umpu yang disebut Anca.

Baca Juga :  Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Informasi ini di dapat media dari pengakuan salah satu pengurus yang pernah terlibat di dalamnya. Sungguh menggiurkan transaksi penambang Emas ilegal di dalam lahan PTPN VII ini tiap minggu nya mencapai ratusan juta.

Saat ini Bumi Ramik Ragom terkenal dengan Tambang Emas ilegal dan juga mobil baru bara. Dan hanya segelintir orang yang menikmati nya nama Way Kanan terkenal jelas dengan Tambang Emas ilegal dan Mobil Baru bara.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?
Rekening PT PSMI Diblokir, Nasib 60 Ribu Warga Terancam! FORSAL dan For-WIN Minta Kejaksaan Jangan Abaikan Rakyat
Bandar Lampung Sekarat: Menelanjangi Celah Izin Perumahan Berkedok Tambang Ilegal
Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:41 WIB

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Rabu, 4 November 2026 - 11:59 WIB

Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 22:11 WIB

Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor

Senin, 2 November 2026 - 15:31 WIB

Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:41 WIB