Misteri Kematian Anwar Hakim: Dugaan Penghilangan Bukti, Sikap Aneh Polisi, dan Bayang-Bayang PT Get Map

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Kematian Anwar Hakim di sebuah rumah di Perumahan Nuwo Sriwijaya, Hajimena, Lampung Selatan beberapa bulan lalu, meninggalkan pertanyaan besar.

Pria yang selama ini bertugas sebagai penjaga kantor PT Get Map itu ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Pihak keluarga menduga ada banyak kejanggalan yang sengaja diabaikan, mulai dari tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hilangnya rekaman CCTV, hingga sikap aparat kepolisian yang dianggap menghalangi proses pelaporan.

NP, kakak kandung korban, mengungkapkan bahwa sebelum kematiannya, Anwar diminta oleh seorang teman yang juga merupakan pimpinan di PT Get Map untuk menjaga kantor perusahaan tersebut.

“Dia disuruh oleh temannya yang jadi pimpinan di perusahaan itu untuk menunggu kantor. Di situlah jenazahnya ditemukan,” kata NP dengan nada tegas, pada media, di Bandar Lampung, Kamis, 14/8/2025.

Selama hampir satu tahun, Anwar setia menjaga kantor itu. Ia dikenal sering mengunjungi kakaknya hampir setiap minggu, namun mendekati hari kematiannya, kebiasaan itu mendadak terhenti.

“Beberapa hari sebelum dia ditemukan, saya sudah merasa ada hal-hal yang tidak enak. Ada pertanda dan mimpi yang mengarah ke dia,” ucap NP, menggambarkan kegelisahan yang ia rasakan.

Dorongan hati yang bercampur rasa curiga itu membuat NP bersama keluarganya memberanikan diri mendatangi rumah tempat Anwar tinggal. Pemandangan yang mereka temukan di sana meninggalkan luka mendalam.

“Saya dan Keluarga menangis karena melihat adik saya sudah tiada, kondisinya tidak wajar, dan diperkirakan sudah beberapa hari meninggal,” ujarnya.

*Tanda Kekerasan yang Mencurigakan*

Menurut NP, kondisi jasad Anwar menunjukkan tanda-tanda yang sulit diterima sebagai kematian wajar.

Baca Juga :  Bawaslu Lampung Raih Kembali Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2024

Ia menceritakan bahwa di tubuh korban terdapat bekas hitam gosong seperti akibat siraman air keras.

“Di badannya ada hitam mutung seperti disiram air keras. Di ujung jarinya ada darah,” kata NP sambil menahan emosi.

Ia juga menyoroti sikap dingin pihak perusahaan pada hari penemuan jenazah.

“FJ sebagai manajer PT Get Map dan M yang punya rumah datang, tapi mereka hanya berdiri melihat. Tidak menunjukkan empati sebagai teman, apalagi pimpinan,” tambahnya.

Setelah itu, pihak kepolisian dari polsek setempat membantu mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Kota Bandar Lampung untuk dilakukan otopsi luar.

Hasil pemeriksaan awal menemukan empat kejanggalan, yaitu rahang patah, adanya sayatan senjata tajam di bagian kiri tubuh, bekas siraman cairan kimia, dan indikasi luka lainnya.

Melihat temuan tersebut, polisi sempat menyarankan otopsi dalam untuk memastikan penyebab kematian. Namun, karena prosesi pemakaman sudah menunggu, keluarga memutuskan menolak.

“Akhirnya saya tanda tangan karena saya sudah bingung dan tidak dilakukan otopsi dalam,” ujar NP.

*Pelaporan yang Tak Mulus*

Tidak puas dengan hasil otopsi luar, keluarga mengadakan pertemuan dan sepakat untuk melaporkan kasus ini ke Polsek Natar. Namun, harapan itu pupus ketika sampai di kantor polisi.

“Sesampainya di Polsek, saya malah dibawa ke ruangan Kanit. Tanggapannya kurang mengenakkan, seolah menghalangi laporan. Dia menyuruh saya tidak melapor karena katanya tidak ada pembunuhan,” ungkap NP.

Meski sempat dihalangi, keluarga tetap melanjutkan laporan. Beberapa waktu kemudian, hasil otopsi dalam keluar. Tapi, prosesnya kembali diwarnai kejanggalan. NP mengaku diminta menandatangani surat yang bagian atasnya ditutup.

“Saat saya minta baca, tidak dibolehkan. Kami sampai adu mulut dan tarik-menarik kertas itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Aksi Wartawan Kawal Kadisdik Bandar Lampung Upaya Menjilat Pejabat

Setelah diperbolehkan membaca, NP kaget karena tidak ada satu pun pihak dari PT Get Map yang diperiksa.

“Yang diperiksa hanya satpam, istri M yang punya rumah, tetangga, dan satu karyawan. Pihak perusahaan tidak ada sama sekali,” tegasnya.

*CCTV yang Hilang Misterius*

Keluarga juga meminta rekaman CCTV dari lokasi kejadian, namun menemukan fakta mengejutkan.

“Ada lima hari rekaman yang hilang, termasuk saat kejadian. Yang ada hanya rekaman saat kami datang dan sebelum kejadian. Rekaman pas kejadian hilang seperti ditelan bumi,” kata NP.

Kejanggalan lainnya adalah larangan bagi keluarga untuk melihat hasil otopsi dengan alasan rahasia negara.

“Saya ini kakak kandung korban, kenapa tidak boleh melihat hasilnya?” protes NP.

Ketika akhirnya diberikan surat hasil otopsi, ia kembali menemukan ketidakberesan. Nama dan data diri korban tidak tercantum, dengan alasan kepolisian independen.

“Dalam surat itu tertulis rahangnya patah, sebelumnya di otopsi luar pertama dadanya sobek. Tapi tidak ada nama korban di surat itu,” ujarnya.

*Dugaan Pembunuhan dan Seruan Keadilan*

Bagi keluarga, bukti-bukti yang ada mengarah pada dugaan pembunuhan.

“Bukti dan hasil otopsi jelas tidak menunjukkan bunuh diri. Kami menduga kuat dia dibunuh,” kata NP.

Ia berharap kasus ini diusut tuntas, termasuk tindakan oknum polisi yang diduga menghalangi dan menutup-nutupi penyelidikan.

“Polisi itu pengayom dan pelayan masyarakat, bukan malah membela yang bertentangan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, sampai berita ini di turunkan belum menjawab konfirmasi media.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Tancap Gas, DPP PAOI Sahkan AD/ART dan Siapkan Legalitas Kemenkumham
Jelang Penutupan Bandar Lampung Expo 2026, Stand Disdukcapil Dipadati Warga
IPDA Amar Daffa dan IPDA Oschio Galang, Alumni Brata Jaya Academy, Resmi Dilantik dalam PRASPA 2026
Viral! Diduga Tiga ASN Pemkot Bandar Lampung Karaoke dan Joget Berseragam Dinas, Wali Kota Diminta Bertindak Tegas
Intervensi Media dan Ketiadaan Asuransi Disorot, GEPAK Pertanyakan Mandeknya Kasus Balita Tewas di Swiss-Belhotel
AMPL: Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Ada yang Kebal Hukum
Dinas Perdagangan Libatkan UMKM Isi Stan Pameran di Bandar Lampung Expo 2026
Dana Pengembangan Lingkungan Mak Jelas, Lurah Gunung Sulah “Kebakaran Jenggot” Lempar Bola Panas Ke Kaling
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WIB

Tancap Gas, DPP PAOI Sahkan AD/ART dan Siapkan Legalitas Kemenkumham

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jelang Penutupan Bandar Lampung Expo 2026, Stand Disdukcapil Dipadati Warga

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:14 WIB

IPDA Amar Daffa dan IPDA Oschio Galang, Alumni Brata Jaya Academy, Resmi Dilantik dalam PRASPA 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:14 WIB

Viral! Diduga Tiga ASN Pemkot Bandar Lampung Karaoke dan Joget Berseragam Dinas, Wali Kota Diminta Bertindak Tegas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:37 WIB

Intervensi Media dan Ketiadaan Asuransi Disorot, GEPAK Pertanyakan Mandeknya Kasus Balita Tewas di Swiss-Belhotel

Berita Terbaru