Gepak Lampung: Ada yang Janggal, PLN Terkesan Sangat Sibuk Sambut Jaksa Agung

- Jurnalis

Senin, 25 November 2024 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Wahyudi, Ketua Gepak Lampung melihat bahwa PLN memanfaatkan momen kunjungan Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin di Lampung menjadi bersih-bersih pelayanan PLN. Wahyudi menduga ada sesuatu dibalik sambutan yang tidak biasa dan terkesan sangat istimewa ini.

Penyediaan pelayanan ketersediaan listrik yang istimewa sangat terasa pada kunjungan Jaksa Agung RI beserta rombongan di bumi Lampung kali ini. Mulai dari tiba di Bandara Radin Intan II pada tanggal 18 November 2024, lalu pelayanan ketersediaan listrik di lokasi-lokasi kunjungan Jaksa Agung selama di Lampung, sampai pada kepulangan kembali Ke Jakarta pada tanggal 20 November 2024, semua pasokan listrik sangat diistimewakan di manapun Jaksa Agung berada, selama kunjungan di Provinsi Lampung, seolah-olah menyampaikan pesan ketersediaan pasokan listrik di Provinsi Lampung dalam kondisi sangat baik.

Tak kurang General Manager PLN UID Lampung Muhammad Johanrifin juga menyampaikan dalam rilis info resmi PLN bahwa PLN telah berhasil melakukan langkah strategis guna memastikan suplai listrik selama kegiatan Jaksa Agung di Lampung berjalan aman dan lancar.

Baca Juga :  Rocker Lampung Meriahkan Gelar Karya Paksi ke-58

Kecurigaan ini bukan tidak mendasar, sebab kita tahu saat Ini korps Adhyaksa sedang membidik Mega Korupsi yang ada di Bumi Lampung dengan mendudukkan Kuntadi yang semua orang tahu sebagai Jelmaan Dewa Pembunuh Raja Timah.

“Dalam waktu dekat kami akan menurunkan team investigasi untuk menyelidiki aliran dana yang mengalir Ke tubuh PLN, yang kita tahu merupakan Perusahaan plat merah BUMN, tentunya rentan akan tindak Penyelewengan Anggaran dan tidak sembarang orang yang nisa mengakses keuangan Perusahaan ini,” ujar Wahyudi.

“Masih sangat terekam diingatan kita bahwa pada tanggal 4-5 Juni 2024 lalu terjadi blackout listrik, mati lampu total selama dua hari di daerah Sumsel, Jambi, Bengkulu hingga Lampung,” ujar Wahyudi.

“Kejadian ini merugikan jutaan warga masyarakat, hingga melumpuhkan aktivitas warga Lampung, perkantoran pemerintah hingga pelayanan masyarakat terganggu, belum lagi perusahaan-perusahaan, penjualan online dan lain-lainnya. Coba bayangkan, puluhan milyar mungkin mereka dirugikan karena kejadian ini,” ujar Wahyudi berapi-api.

“Bahkan pada saat itu, kami Lembaga Gepak Lampung yang akan melakukan Rencana Aksi Demontrasi di Pemda Provinsi Lampung menjadi batal, miris bukan.. Begitu dahsyatnya dampak yang timbul akibat peristiwa itu. Dan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN yang bisa diterima oleh semua pihak terkait kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak blackout listrik ini,”ujar Wahyudi.

Baca Juga :  Ungkap Narkoba Senilai Rp14, 7 Miliar, Polda Lampung Dalami TPPU.

Gangguan transmisi listrik jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) 275 kV Linggau- Lahat membuat seluruh wilayah Provinsi Lampung mengalami blackout lebih dari 24 jam dari Selasa-Rabu (4-5 Juni 2024).

General Manager PT PLN UID S2JB, Adhi Herlambang menyampaikan bahwa telah dilakukan penyelidikan oleh pihak eksternal dalam rangka untuk merealisasikan kompensasi kepada 2,1 juta pelanggan terdampak blackout tersebut pada Rabu (26/6/2024).

Apa hasil dari penyelidikan eksternal tersebut dan bagaimana implementasi kompensasi kepada pelanggan yang terdampak, apakah semua sudah terealisasi.

Semua itu masih menjadi tanda tanya besar dan perlu penjelasan secara terbuka dari pihak PLN.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang
Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional
Ketua PWDPI Lampung Soroti Kasus Rohadi Alcantara, Minta Proses Hukum Berjalan Adil
Samsat Rajabasa Bersama Satlantas dan Jasa Raharja Gelar Razia Sosialisasi Pajak Kendaraan, Ingatkan Keringanan Berakhir 31 Oktober
Wilson Lalengke Kecewa, Berjam-jam di Polda Lampung Tak Ditemui Pejabat: Surat Audiensi Disuruh Buat Ulang
Universitas Saburai Wisuda 349 Lulusan, Rektor: Gelar Harus Dibuktikan dengan Karya Nyata
HUT ke-62 Golkar, Rama Apriditya Tekankan Pentingnya Kerja Nyata dan Kepekaan terhadap Aspirasi Warga
Sengketa Tanah Waris 7,2 Hektare di Natar Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Maryam Gugat Peralihan Hak
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Ketua PWDPI Lampung Soroti Kasus Rohadi Alcantara, Minta Proses Hukum Berjalan Adil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Samsat Rajabasa Bersama Satlantas dan Jasa Raharja Gelar Razia Sosialisasi Pajak Kendaraan, Ingatkan Keringanan Berakhir 31 Oktober

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Wilson Lalengke Kecewa, Berjam-jam di Polda Lampung Tak Ditemui Pejabat: Surat Audiensi Disuruh Buat Ulang

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Fasum Griya Sukarame Dipatok, Legalitas Revisi Site Plan Pengembang

Minggu, 25 Okt 2026 - 19:34 WIB