Keluarga Pengurus PWI Lampung Lapor Polisi Usai Diduga Diancam Tetangga, Legislator dan Jurnalis Mengawal

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Rasa takut masih menyelimuti keluarga Septiani, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, usai diduga mengalami pengancaman dari tetangganya berinisial Wito di Jalan Putri Balau, Gang Walet, Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Kamis (6/8/2026) dini hari.

Tak hanya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung, keluarga Septiani juga mendapat dukungan dari kalangan jurnalis hingga anggota DPRD Provinsi Lampung.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/1434/VIII/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, laporan diterima pada Kamis (6/8/2026) pukul 13.20 WIB terkait dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448 UU Nomor 1 Tahun 2023.

Dalam laporan itu disebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Septiani menerangkan, keributan bermula saat sepupunya yang akrab disapa Eneng menegur Wito karena suara bising yang dinilai mengganggu warga yang sedang beristirahat.

“Eneng hanya mengatakan, ‘Pak tolong dong, saya mau tidur, berisik’,” ujar Septiani.

Namun, menurut Septiani, teguran tersebut justru memicu emosi Wito.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Bandar Lampung Raih Penghargaan Bergengsi di Rakernis Lalu Lintas 2024

Ia mengaku terlapor menggedor pagar rumah, berteriak mengancam dengan ucapan “gua bunuh lo”, serta melempar botol minuman ke arah pintu dapur rumah keluarganya.

Karena merasa keselamatannya terancam, Septiani bersama keluarganya memilih meninggalkan rumah untuk sementara waktu.

“Atas kejadian itu kami sekeluarga mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Septiani juga mengungkapkan, saat kejadian Ketua RT Edy dan seorang anggota Linmas bernama Kemat berada di rumah Wito.

Menurutnya, Wito sempat mengaku tersinggung karena ditegur Eneng di hadapan aparat lingkungan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Wito maupun kepolisian terkait dugaan pengancaman tersebut.

Legislator Gerindra Turun Langsung

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Dewi Mayang Suri Djausal, turut mengawal langsung proses pelaporan keluarga Septiani di Polresta Bandar Lampung.

Dewi Mayang menyayangkan dugaan pengancaman yang terjadi di lingkungan permukiman warga.

Terlebih, menurut informasi yang diterimanya, pelaku diduga merupakan anggota Linmas.

Baca Juga :  Gagal Gondol 2 Gelang Emas Milik Emak-Emak di Bandar Lampung, Pelaku Hipnotis Asal Sumsel Diamankan Polisi

“Peristiwa seperti ini sangat kami sesalkan. Seharusnya aparat lingkungan menjadi pelindung masyarakat, bukan justru diduga membuat warga merasa takut,” ujarnya.

Ia menegaskan akan mendorong persoalan tersebut dibahas di DPRD Kota Bandar Lampung melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami akan mendorong agar dilakukan RDP dengan camat dan lurah untuk mengevaluasi aparat kelurahan yang masih bersikap arogan terhadap masyarakat. Aparat harus menjadi pengayom warga,” tegasnya.

Solidaritas Jurnalis

Pengawalan terhadap keluarga Septiani juga menunjukkan kuatnya solidaritas insan pers di Lampung.

Sejumlah rekan jurnalis hadir mendampingi sejak proses pelaporan di Polresta Bandar Lampung.

Hadir pula Ketua, Sekretaris, serta anggota Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung bersama sejumlah pengurus dan anggota PWI Lampung untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Kehadiran para jurnalis tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus harapan agar proses hukum berjalan profesional, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban maupun seluruh masyarakat.(*)

Penulis : Wahyudi

Editor : ***

Berita Terkait

Bukan Sekadar Berbagi, PRANTARA Indonesia Rawat Kepedulian dan Kerukunan di Lampung Timur
Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional
Ketua PWDPI Lampung Soroti Kasus Rohadi Alcantara, Minta Proses Hukum Berjalan Adil
HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra
Demi Calon Jemaah Haji, RSUD ZAPA Way Kanan Tetap Buka Layanan hingga Malam
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
Samsat Rajabasa Bersama Satlantas dan Jasa Raharja Gelar Razia Sosialisasi Pajak Kendaraan, Ingatkan Keringanan Berakhir 31 Oktober
Wilson Lalengke Kecewa, Berjam-jam di Polda Lampung Tak Ditemui Pejabat: Surat Audiensi Disuruh Buat Ulang
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Bukan Sekadar Berbagi, PRANTARA Indonesia Rawat Kepedulian dan Kerukunan di Lampung Timur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Ketua PWDPI Lampung Soroti Kasus Rohadi Alcantara, Minta Proses Hukum Berjalan Adil

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:11 WIB

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski

Berita Terbaru

Berita Utama

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:11 WIB