Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Sulitnya memenuhi kebutuhan hidup di tengah berbagai tekanan ekonomi menjadi perhatian Pengurus KNPI Provinsi Lampung, Jamal. Ia menilai, kegelisahan masyarakat dalam mencari nafkah tidak seharusnya dipandang sebagai keluhan biasa, melainkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Menurut Jamal, bagi sebagian masyarakat, dua tahun terakhir menjadi periode yang penuh tantangan. Kebutuhan rumah tangga terus berjalan, sementara penghasilan yang diperoleh belum tentu mampu mengimbangi besarnya pengeluaran.

Beban tersebut dirasakan berbagai kalangan, mulai dari pekerja dengan penghasilan tetap, buruh harian, pedagang kecil, hingga pelaku usaha mikro yang harus berjuang mempertahankan keberlangsungan usahanya.

“Persoalan mencari nafkah hari ini bukan sekadar tentang bagaimana seseorang mendapatkan uang. Ada tanggung jawab keluarga, biaya pendidikan anak, kebutuhan pokok, dan berbagai pengeluaran lain yang harus dipenuhi. Ketika penghasilan terbatas, semua itu menjadi beban yang tidak ringan,” ujar Jamal dalam keterangannya.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Sebab, ukuran kesejahteraan tidak cukup hanya berdasarkan ada atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga menyangkut kecukupan penghasilan, kestabilan pekerjaan, serta kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan keluarganya secara layak.

Menurutnya, kerja keras memang menjadi modal penting untuk memperbaiki kehidupan. Namun, masyarakat juga membutuhkan kesempatan kerja yang memadai, akses usaha yang terbuka, serta lingkungan ekonomi yang memungkinkan mereka meningkatkan kesejahteraan.

“Jangan sampai masyarakat harus bekerja semakin keras hanya untuk mempertahankan kehidupan yang sama. Kerja keras seharusnya membuka peluang untuk hidup lebih baik, bukan sekadar membuat seseorang mampu bertahan dari hari ke hari,” tegasnya.

Beban Ekonomi Tak Selalu Terlihat

Jamal menuturkan, tekanan ekonomi sering kali menyimpan cerita yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Ada orang tua yang harus mengesampingkan kebutuhan pribadinya demi membiayai pendidikan anak. Ada pekerja yang tetap menjalankan aktivitasnya meski dibayangi kekhawatiran mengenai kebutuhan bulan berikutnya. Ada pula pedagang kecil yang terus membuka usahanya dengan harapan pendapatan hari itu cukup untuk menutup biaya operasional.

Situasi tersebut, menurut Jamal, perlu direspons dengan meningkatkan kepedulian sosial dan menghindari kebiasaan menghakimi orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Tidak semua kesulitan ekonomi muncul karena seseorang kurang berusaha. Setiap orang memiliki kondisi, tanggung jawab, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kita perlu lebih peka dan tidak mudah menyalahkan mereka yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ekonomi dapat berdampak lebih luas ketika keluarga tidak memiliki ruang keuangan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan pendidikan yang mendadak.

Karena itu, kesejahteraan masyarakat semestinya tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari sejauh mana pekerjaan tersebut memberikan penghasilan yang layak dan peluang untuk membangun masa depan.

Pemerintah Perlu Mengevaluasi Program Ekonomi

Jamal menilai, pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan bahwa kebijakan ekonomi serta program pemberdayaan masyarakat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kelompok yang membutuhkan.

Baca Juga :  Polda Lampung Musnahkan 50 Senpi Rakitan Hasil Operasi Sikat Krakatau 2025

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana atau besarnya anggaran yang terserap. Evaluasi juga harus melihat perubahan yang dirasakan masyarakat setelah program dijalankan.

“Yang perlu kita lihat adalah manfaatnya. Apakah masyarakat lebih mudah mendapatkan pekerjaan? Apakah pelaku usaha kecil semakin berkembang? Apakah anak-anak muda memperoleh kesempatan untuk bekerja dan membangun usaha? Pertanyaan seperti ini penting dijawab secara terbuka,” ujarnya.

Ia mendorong penguatan program penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pendampingan UMKM, serta perluasan akses pemasaran bagi pelaku usaha lokal.

Jamal juga menilai, potensi ekonomi Provinsi Lampung di sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, jasa, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif perlu terus dikembangkan agar mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.

Namun, potensi tersebut harus diwujudkan dalam bentuk peluang yang dapat diakses secara luas, termasuk oleh masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku usaha kecil, dan generasi muda.

“Pembangunan akan semakin bermakna ketika manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Investasi dan pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, dan meningkatnya kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghasilan,” kata Jamal.

Ia menegaskan, menyampaikan persoalan ekonomi bukan berarti mengabaikan upaya pemerintah yang telah berjalan. Sebaliknya, aspirasi masyarakat dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan agar lebih tepat sasaran.

UMKM dan Pemuda Perlu Mendapat Ruang

Selain lapangan kerja, Jamal menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, usaha kecil seperti warung, usaha kuliner, pedagang pasar, jasa rumahan, dan berbagai usaha lokal lainnya memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga.

Namun, pelaku UMKM menghadapi tantangan yang tidak sederhana, mulai dari keterbatasan modal, biaya operasional, persaingan usaha, hingga perubahan daya beli konsumen.

Karena itu, dukungan pemerintah terhadap UMKM dinilai tidak seharusnya berhenti pada pelatihan atau kegiatan seremonial.

Pelaku usaha membutuhkan pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, serta peluang pemasaran yang lebih luas.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan mendukung produk dan jasa dari pelaku usaha lokal.

“Ekonomi masyarakat perlu dibangun bersama. Dukungan terhadap usaha lokal bisa menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perputaran ekonomi di lingkungan sendiri. Namun, pelaku usaha juga harus mendapatkan pendampingan dan kesempatan berkembang agar mampu bertahan dalam persaingan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan, Jamal turut menekankan pentingnya memperluas kesempatan ekonomi bagi generasi muda.

Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar melalui kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta keberanian mengembangkan gagasan baru. Akan tetapi, potensi tersebut membutuhkan dukungan berupa keterampilan, akses modal, jaringan usaha, dan kesempatan kerja.

Ia berharap organisasi kepemudaan, termasuk KNPI Provinsi Lampung, dapat berperan sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan aspirasi pemuda dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Baca Juga :  PIDSUS KEJATI LAMPUNG TAHAN OKNUM BPN LAMPUNG SELATAN DAN PPAT TERKAIT MAFIA TANAH MILIK KEMENTERIAN AGAMA RI 

“Pemuda jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang, mendapatkan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja, serta memiliki kesempatan membangun usaha secara mandiri,” katanya.

Ia menambahkan, program pemberdayaan pemuda seharusnya diarahkan pada hasil yang nyata, bukan semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.

Kritik Harus Menjadi Jalan Perbaikan

Lebih lanjut, Jamal mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ruang publik agar tetap produktif dalam membicarakan persoalan ekonomi.

Menurutnya, masyarakat berhak menyampaikan kegelisahan dan memberikan kritik terhadap kebijakan. Di sisi lain, kritik perlu disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan persoalan yang nyata, serta diarahkan pada upaya mencari jalan keluar.

Pemerintah, kata dia, perlu membuka ruang dialog dan menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sementara itu, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan dapat mengambil peran melalui kolaborasi serta penyampaian aspirasi dari lapangan.

“Jangan sampai masyarakat hanya saling menyalahkan, sementara persoalan yang dihadapi tidak mendapatkan penyelesaian. Kita membutuhkan komunikasi yang terbuka, evaluasi yang jujur, dan kerja sama agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan memperbaiki kehidupannya,” ujarnya.

Jamal juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak semestinya hanya dilihat melalui angka pertumbuhan ekonomi, besarnya investasi, atau pembangunan infrastruktur.

Indikator tersebut tetap penting, tetapi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pekerjaan, penguatan daya beli, perluasan kesempatan usaha, dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan.

Rakyat Ingin Hidup Layak, Bukan Sekadar Bertahan

Jamal menegaskan, persoalan sulitnya mencari nafkah perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat dan masa depan generasi berikutnya.

Ia meyakini, harapan masyarakat pada dasarnya sederhana: memperoleh penghasilan yang cukup, memenuhi kebutuhan keluarga, memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak, serta menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

“Rakyat tidak hanya membutuhkan imbauan untuk bekerja lebih keras. Mereka juga membutuhkan kesempatan yang lebih adil, kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata, dan kondisi ekonomi yang memungkinkan kerja keras menghasilkan kehidupan yang lebih layak,” tegasnya.

Menurut Jamal, upaya memperbaiki kesejahteraan memang membutuhkan proses, konsistensi kebijakan, dan keterlibatan berbagai pihak. Meski demikian, masyarakat perlu melihat arah pembangunan yang jelas serta merasakan manfaat dari program yang dijalankan.

Ia berharap, evaluasi kebijakan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan pemberdayaan pemuda dapat terus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan di Provinsi Lampung.

“Ukuran kemajuan yang paling dekat dengan kehidupan rakyat adalah ketika seorang ayah mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, seorang ibu menjalani hari dengan lebih tenang, seorang anak dapat terus bersekolah, dan anak muda memiliki keyakinan untuk membangun masa depan,” pungkas Jamal.

Ia menegaskan, tujuan pembangunan bukan sekadar membuat masyarakat mampu bertahan menghadapi kesulitan, melainkan membuka kesempatan agar mereka dapat hidup lebih layak, mandiri, dan bermartabat.(*)

Penulis : Wahyudi

Editor : *******

Berita Terkait

Disdikbud Lampung Perketat Aturan, Siswa SMA/SMK Dilarang Merokok dan Menggunakan Vape
Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid
Prestasi di Bidang Digital, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Penghargaan ADLG Awards 2026
Daya Listrik Lampung Surplus 304,7 MW, Komisi XII DPR Beri Apresiasi
Keluhan Pelayanan dan Jaspel Mencuat, Paman Acong Minta Direktur Baru RSUDAM Berbenah
Pendidikan Antikorupsi Lampung Diakui KPK, Didorong Jadi Percontohan Nasional
GEPAK Desak Gubernur Lampung Buka Suara soal Pelarangan Liputan dan PHK Wartawan
Komandan Lanal Lampung Irianto Kurniawan Naik Pangkat Jadi Kolonel
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Disdikbud Lampung Perketat Aturan, Siswa SMA/SMK Dilarang Merokok dan Menggunakan Vape

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Prestasi di Bidang Digital, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Penghargaan ADLG Awards 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Daya Listrik Lampung Surplus 304,7 MW, Komisi XII DPR Beri Apresiasi

Berita Terbaru