Dari Lampung untuk Nusantara, Tokoh Adat Hadiri Pertemuan Raja-Raja di Bali

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI — Pertemuan Raja-Raja Seluruh Indonesia yang berlangsung di lingkungan Kerajaan Adat Klungkung, Bali, menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarkerajaan adat sekaligus meneguhkan komitmen menjaga warisan budaya Nusantara.

Mengusung semangat Indonesia Bersatu, Adil, dan Makmur, pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas kerajaan dan komunitas adat untuk mempererat hubungan, menghormati keberagaman tradisi, serta menjaga identitas budaya bangsa.

Sejumlah tokoh adat dari Provinsi Lampung turut hadir membawa identitas dan tradisi adat daerahnya. Kehadiran mereka memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat adat Lampung dalam memperkuat jejaring kebudayaan di tingkat nasional.

Di antara tokoh yang hadir adalah Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M., yang akrab disapa Dang Ike. Ia menyandang gelar adat Gusti Batin Mangkunegara dan menjabat sebagai Perdana Menteri Kepaksian Pernong di lingkungan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak.

Selain Dang Ike, hadir pula Agus Bastian dengan gelar Suntan Bandakh Makhga IV dari Kebandakh-an Makhga Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Tokoh lainnya adalah Ir. Nero Koenang Suttanku, bergelar Raja Ngarang Dunia dari Keratuan Pemanggilan, serta Destrayuda, S.H., M.H., dari Buay Koenang, Buay Belunguh, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Nama Pram dari Lamban Gedung Kuning juga disebut dalam jajaran perwakilan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Ike Edwin di Pertemuan Adat Nusantara: Raja Terdahulu Wariskan Kewenangan Mengatur Rakyat, Bukan Sekadar Takhta

Tokoh Adat Lampung Perkuat Persaudaraan Nusantara

Kehadiran para tokoh adat Lampung dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarkerajaan dan komunitas adat di Indonesia.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan lembaga dan komunitas adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, nilai sejarah, serta identitas masyarakat daerah.

Bagi masyarakat Lampung, kekayaan adat yang tercermin melalui kepaksian, keratuan, kebandakh-an, dan buay merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu terus dilestarikan.

Pelestarian tersebut tidak cukup hanya melalui seremoni adat. Diperlukan pula pendidikan budaya, pengenalan sejarah kepada generasi muda, serta keterlibatan aktif masyarakat agar nilai-nilai luhur tetap hidup dan tidak terputus oleh perubahan zaman.

Pertemuan lintas kerajaan adat di Bali diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman dan memperluas kerja sama dalam menjaga warisan budaya masing-masing daerah.

Persatuan Tanpa Menghilangkan Identitas Daerah

Keberagaman adat dan tradisi merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Setiap daerah memiliki sejarah, bahasa, tata nilai, dan tradisi yang menjadi ciri khas masyarakatnya.

Karena itu, penguatan persatuan nasional perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap identitas budaya daerah, termasuk hak masyarakat adat untuk menjaga dan mengembangkan tradisinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Ike Edwin Silaturahmi dengan Pengurus PWDPI Bali, Perkuat Soliditas Organisasi

Semangat Indonesia Bersatu, Adil, dan Makmur juga menjadi pengingat bahwa persaudaraan tidak boleh berhenti pada pertemuan seremonial. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, musyawarah, menjaga kerukunan, dan membangun kerja sama lintas komunitas.

Bagi masyarakat adat Lampung, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas adat dari berbagai wilayah Nusantara.

Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Pertemuan Raja-Raja Seluruh Indonesia di lingkungan Kerajaan Adat Klungkung, Bali, diharapkan menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi dan persaudaraan antarkerajaan adat.

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemangku adat, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga generasi muda. Kolaborasi tersebut penting agar warisan budaya tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga tetap dipraktikkan dan dihargai dalam kehidupan masyarakat.

Kehadiran tokoh-tokoh adat Lampung dalam forum tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kekayaan budaya daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.

Dengan semangat persaudaraan Nusantara, adat dan budaya diharapkan terus menjadi perekat bangsa, memperkuat penghormatan terhadap keberagaman, serta memastikan warisan leluhur tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Penulis : Wahyudi

Editor : *******

Berita Terkait

Ike Edwin Silaturahmi dengan Pengurus PWDPI Bali, Perkuat Soliditas Organisasi
Ike Edwin di Pertemuan Adat Nusantara: Raja Terdahulu Wariskan Kewenangan Mengatur Rakyat, Bukan Sekadar Takhta
Ike Edwin Sambangi Pura Agung Besakih, Tegaskan Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa
Dang Ike Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026, PWDPI Bali Sambut Hangat
Mentorbox.id Raih Penghargaan Indonesia Most Recommended Education Award 2025
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Ike Edwin Silaturahmi dengan Pengurus PWDPI Bali, Perkuat Soliditas Organisasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Ike Edwin di Pertemuan Adat Nusantara: Raja Terdahulu Wariskan Kewenangan Mengatur Rakyat, Bukan Sekadar Takhta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Ike Edwin Sambangi Pura Agung Besakih, Tegaskan Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dang Ike Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026, PWDPI Bali Sambut Hangat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Dari Lampung untuk Nusantara, Tokoh Adat Hadiri Pertemuan Raja-Raja di Bali

Berita Terbaru

Berita Utama

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:11 WIB