BANDAR LAMPUNG — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung pada 2026 mencapai 74,74. Capaian tersebut meningkat 0,76 poin dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 73,98.
Berdasarkan data BPS dalam infografis Capaian Pembangunan Manusia Provinsi Lampung, peningkatan IPM tersebut melanjutkan tren positif selama lima tahun terakhir.
Pada 2022, IPM Lampung tercatat 71,79. Angka itu meningkat menjadi 72,48 pada 2023, kemudian 73,13 pada 2024 dan 73,98 pada 2025. Tren kenaikan berlanjut hingga mencapai 74,74 pada 2026.
Dengan capaian tersebut, IPM Lampung berada dalam kategori tinggi.
Peningkatan itu ditopang oleh perbaikan pada seluruh indikator penyusun IPM, meliputi dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir mencapai 74,93 tahun.
Sementara pada dimensi pendidikan, rata-rata lama sekolah tercatat 8,70 tahun. Adapun harapan lama sekolah mencapai 12,80 tahun.
Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12.327.000.
IPM merupakan indikator komposit yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia. Pengukurannya mencakup tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
Kenaikan IPM Lampung menjadi 74,74 menunjukkan adanya perkembangan pada ketiga dimensi tersebut. Namun, peningkatan angka indeks tetap perlu dibarengi pemerataan kualitas pembangunan di seluruh kabupaten dan kota.
Tantangan pembangunan manusia tidak berhenti pada peningkatan angka statistik. Akses pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan, serta kemampuan ekonomi masyarakat juga menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat.
Dengan tren peningkatan yang berlangsung sejak 2022, konsistensi pembangunan menjadi kunci agar capaian IPM Lampung terus membaik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.(*)
Penulis : Wahyudi
Editor : ******









