Dampak Unila Bungkam, FAGAS Sambangi Kemendiktisaintek

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Bandar Lampung — Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Provinsi Lampung membawa persoalan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa di Universitas Lampung (Unila) ke tingkat nasional. Pengurus FAGAS mendatangi kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk menyerahkan laporan resmi, setelah sejumlah temuan yang sebelumnya dikirim langsung ke pihak kampus tak kunjung mendapat tanggapan.

Dalam laporannya, FAGAS memaparkan sejumlah kejanggalan yang mereka temukan dalam pengelolaan anggaran pengadaan Unila selama dua tahun anggaran terakhir. Salah satu temuan sebanyak 45 penyedia yang sama tercatat memenangkan pekerjaan baik pada 2025 maupun 2026, pola yang oleh FAGAS disebut mengindikasikan adanya “penyedia binaan”. Salah satu penyedia bahkan disebut menggarap puluhan transaksi yang tersebar di hampir seluruh fakultas dalam dua tahun beruntun.

Baca Juga :  Anak di Lapas Lampung Tetap Sekolah, Disdikbud Gandeng Ditjenpas Buka Akses Pendidikan

Temuan lain menyangkut dugaan spesifikasi teknis yang “dikondisikan” mengarah ke penyedia tertentu sebelum lelang dibuka, serta puluhan paket pengadaan yang nilainya konsisten berhenti tepat di bawah ambang batas tender terbuka Rp200 juta, pola yang berpotensi mengarah pada praktik pemecahan kontrak (contract splitting) agar proses beralih ke skema Pengadaan Langsung yang pengawasannya lebih longgar.

Baca Juga :  Rp5,3 Miliar PBB Lampung Timur Masih Terutang, IWO Desak Kades dan Camat Bertindak

FAGAS menegaskan, persoalan ini bukan sekadar dugaan kebocoran anggaran biasa, melainkan pola yang mereka nilai sistematis dan berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap tata kelola kampus negeri terbesar di Lampung itu.

Kepada Kemendiktisaintek, FAGAS meminta agar dilakukan audit dan investigasi menyeluruh atas proses pengadaan di Unila, serta mendorong pihak universitas membuka data pengadaannya secara transparan kepada publik. FAGAS menyatakan akan terus mengawal proses ini dan menanti tindak lanjut konkret dari kementerian dalam waktu dekat. (Red)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Berbagi, PRANTARA Indonesia Rawat Kepedulian dan Kerukunan di Lampung Timur
Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional
HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra
Demi Calon Jemaah Haji, RSUD ZAPA Way Kanan Tetap Buka Layanan hingga Malam
Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski
Hendarwan Menang Pilkati Pulung Kencana, Unggul 1.357 Suara dari Pesaing
KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Sita 1.194 Kemasan Senilai Rp155 Juta
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Bukan Sekadar Berbagi, PRANTARA Indonesia Rawat Kepedulian dan Kerukunan di Lampung Timur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Ahmad Muzani Apresiasi 300 Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:11 WIB

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Jelang Konferensi Ekonomi Kreatif, Brimob Sterilisasi Area Hotel Kempinski

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Hendarwan Menang Pilkati Pulung Kencana, Unggul 1.357 Suara dari Pesaing

Berita Terbaru

Berita Utama

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:11 WIB